Jumat, 25 April 2014

Tugas Pertemuan 2 (Stress)



STRESS
A.    Arti Penting Stress

Dewasa ini setiap orang berbicara tentang stres. Kita mendengar topik ini sebagai bahan pembicaraan sehari-hari, baik di radio, televisi, surat kabar dan diberbagai konferensi maupun di kalangan Universitas. Sayangnya hanya sedikit saja orang yang mengerti konsep stres yang benar. Secara umum pengertian stres adalah suatu bentuk ketegangan yang mempengaruhi fungsi alat-alat tubuh. Kalau ketegangan itu berlebihan sehingga menggangu fungsi alat-alat tubuh tadi, maka keadaan demikian disebut dengan istilah distres. Stres dalam kehidupan tidak dapat dihindarkan.

Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat. Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil. Stres bisa positif dan bisa negatif. Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja, beroperasi sangat berbeda dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan.

Stres dapat diatasi atau diringankan dampaknya dengan cara:
-         mengkonsultasikan masalah yang sedang dihadapi kepada psikiater atau rekan kerja atau teman dekat
-         melakukan olahraga ringan
-         mengkonsumsi bahan makanan kaya gizi
-         menonton acara komedian atau lawak

B.     Tipe-Tipe Stress

Tipe-tipe stress terbagi menjadi empat, yaitu :
-          Tekanan
Biasanya tekanan muncul tidak hanya dalam diri sendiri, mealinkan di luar diri juga. Karena biasanya apa yang menjadi pandangan kita terkadang bertentangan dengan pandangan orang tua, itu yang terkadang menjadi salah satu tekanan psikologis bagi seorang anak yang akan menimbulkan stress pada anak tersebut.
-          Frustasi
Suatu kondisi psikologis yang tidak menyenangkan sebagai akibat terhambatnya seseorang dalam mencapai apa yang diinginkannya.
-          Konflik
Perbedaan pendapat, perbedaan cara pandang bahkan perbedaan pandangan dalam mencapai suatu tujuan itu akan menimbulkan koflik. Biasanya tidak hanya konflik dengan diri sendiri, banyak juga konflik ini terjadi antar beberapa orang, kelompok, bahkna organisasi.
-          Kecemasan
Khawatir, gelisah, takut dan perasaan semacamnya itu merupakn suatu tanda atau sinyal seseorang mengalami kecemasan. Biasanya kecemasan di timbulkan karena adanya rasa kurang nyaman, rasa tidak aman atau merasa terancam pada dirinya.

C.     Symptom Reducing Responses terhadap Stress

Pengertian symptom -reducing responses terhadap stress
Kehidupan akan terus berjalan seiring dengan brjalannya waktu. Individu yang mengalami stress tidak akan terus menerus merenungi kegagalan yang ia rasakan. Untuk itu setiap individu memiliki mekanisme pertahanan diri masing-masing dengan keunikannya masing-masing untuk mengurangi gejala-gejala stress yang ada.

D.    Pendekatan Problem Solving Terhadap Stress

Salah satu cara dalam menangani stress yaitu menggunakan metode biofeddback, tekniknya adalah mengetahui bagian-bagian tubuh mana yang terkena stress kemudian belajar untuk menguasainya. Tekhnik ini menggunakan serangkaian alat yang sangat rumit sebagai Feedback.
Melakukan sugesti untuk diri sendiri juga dapat lebih efektif karena kita tahu bagaimana keadaan diri kita sendri. Berikan sugesti-sugesti yang positif, semoga cara ini akan berhasil ditambah dengan pendekatan secara spiritual (mengarah pada Tuhan).
-          Strategi Coping untuk Mengatasi Stress
Menghilangkan stress mekanisme pertahanan dan penanganan yang berfokus pada masalah. Menurut Lazurus penanganan stress atau coping terdiri dari dua bentuk, yaitu :
1.      Coping yang berfokus pada masalah (problem focused coping)  adalah istilah Lazurus untuk strategi kognitif untuk penanganan dtress atau coping yang digunakan oleh individu yang mengahadapi masalahnya dan berusaha menyelesaikannya.
2.      Coping yang berfokus pada emosi (problem focused coping) adalah isitlah Lazurus untuk strategi penanganan stress diaman individu memberikan respon terhadad situasi stress dengan cara emosional, terutama dengan menggunakan penialaian defensif.
-          Strategi Penanganan stress dengan mendekat dan menghindar
1.      Strategi mendekati (approach strategies) meliputi usaha kognitif untuk memahami penyebab stress dan usaha untuk mengahadapi penyebab stress tersebut dengan cara mengahadapi penyebabnya atau konsekuensi yang ditimbulkannya secara langsung.
2.      Strategi menghindar (avoidance strategies) meliputi usaha kognitif untuk menyangkal atau meminimalisasikan penyebab stress dan usaha yang muncul dalam tingkah laku, untuk menarik diri atau menghindar dari penyebab stress.

HUBUNGAN INTERPERSONAL

Pengertian Hubungan Interpersonal

Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship. Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.

A.    Model-Model Hubungan Interpersonal

Ada 4 model hubungan interpersonal yaitu meliputi :
1.      Model pertukaran sosial (social exchange model)
Hubungan interpersonal diidentikan dengan suatu transaksi dagang. Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Artinya dalam hubungan tersebut akan menghasilkan ganjaran (akibat positif) atau biaya (akibat negatif) serta hasil / laba (ganjaran dikurangi biaya).
2.      Model peranan (role model)
Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki ketrampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu.
3.      Model permainan (games people play model)
Model menggunakan pendekatan analisis transaksional. Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
-          Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
-          Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi secara rasional)
-          Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan). Pada interaksi individu menggunakan salah satu kepribadian tersebut sedang yang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu dari kepribadian tersebut. Sebagai contoh seorang suami yang sakit dan ingin minta perhatian pada istri (kepribadian anak), kemudian istri menyadari rasa sakit suami dan merawatnya (kepribadian orang tua).
4.      Model Interaksional (interacsional model)
Model ini memandang hubungann interpersonal sebagai suatu sistem . Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif dan medan. Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan.

B.     Pembentukan kesan dan Ketertarikan Interpersonal dalam memulai hubungan.
Adapun tahap-tahap dalam hubungan interpersonal yakni meliputi :
1.      Pembentukan.
Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. Bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data demografis, usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.

Menurut Charles R. Berger informasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh kategori, yaitu:
1)      informasi demografis.
2)      sikap dan pendapat (tentang orang atau objek).
3)      rencana yang akan datang.
4)      kepribadian.
5)      perilaku pada masa lalu.
6)      orang lain serta,
7)      hobi dan minat.

2.      Peneguhan Hubungan.
Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal, diperlukan tindakan-tindakan tertentu untuk mengembalikan keseimbangan. Ada empat faktor penting dalam memelihara keseimbangan ini, yaitu:
1)      keakraban (pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang antara komunikan dan komunikator).
2)      Kontrol (kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan komunikasi dan menentukan siapakah yang lebih dominan didalam komunikasi tersebut).
3)      respon yang tepat (feedback atau umpan balik yang akan terima jangan sampai komunikator salah memberikan informasi sehingga komunikan tidak mampu memberikan feedback yang tepat).
4)      nada emosional yang tepat (keserasian suasana emosi saat komunikasi sedang berlangsung).

C.     Intimasi dan Hubungan Pribadi

Pendapat beberapa ahli mengenai intimasi, di antara lain yaitu :
1)      Shadily dan Echols (1990) mengartikan intimasi sebagai kelekatan yang kuat yang didasarkan oleh saling percaya dan kekeluargaan.
2)      Sullivan (Prager, 1995) mendefinisikan intimasi sebagai bentuk tingkah laku penyesuaian seseorang untuk mengekspresikan akan kebutuhannya terhadap orang lain.
3)      Steinberg (1993) berpendapat bahwa suatu hubungan intim adalah sebuah ikatan emosional antara dua individu yang didasari oleh kesejahteraan satu sama lain, keinginan untuk memperlihatkan pribadi masing-masing yang terkadang lebih bersifat sensitif serta saling berbagi kegemaran dan aktivitas yang sama.
4)      Levinger & Snoek (Brernstein dkk, 1988) merupakan suatu bentuk hubungan yang berkembang dari suatu hubungan yang bersifat timbal balik antara dua individu. Keduanya saling berbagi pengalaman dan informasi, bukan saja pada hal-hal yang berkaitan dengan fakta-fakta umum yang terjadi di sekeliling mereka, tetapi lebih bersifat pribadi seperti berbagi pengalaman hidup, keyakinan-keyakinan, pilihan-pilihan, tujuan dan filosofi dalam hidup. Pada tahap ini akan terbentuk perasaan atau keinginan untuk menyayangi, memperdulikan, dan merasa bertangung jawab terhadap hal-hal tertentu yang terjadi pada orang yang dekat dengannya.
5)      Atwater (1983) mengemukakan bahwa intimasi mengarah pada suatu
hubungan yang bersifat informal, hubungan kehangatan antara dua orang yang
diakibatkan oleh persatuan yang lama. Intimasi mengarah pada keterbukaan
pribadi dengan orang lain, saling berbagi pikiran dan perasaan mereka yang
terdalam. Intimasi semacam ini membutuhkan komunikasi yang penuh makna
untuk mengetahui dengan pasti apa yang dibagi bersama dan memperkuat ikatan
yang telah terjalin. Hal tersebut dapat terwujud melalui saling berbagi dan
membuka diri, saling menerima dan menghormati, serta kemampuan untuk
merespon kebutuhan orang lain (Harvey dan Omarzu dalam Papalia dkk, 2001).

Dalam suatu hubungan juga perlu adanya companionate love, passionate love dan intimacy love. Karena apabila kurang salah satu saja di dalam suatu hubungan atau mungkin hanya salah satu di antara ketiganya itu di dalam suatu hubungan maka yang akan terjadi adalah hubungan tersebut tidak akan berjalan dengan langgeng atau awet, justru sebaliknya setiap pasangan tidak merasakan kenyamanan dari pasangannya tersebut sehingga yang terjadi adalah hubungan tersebut bubar dan tidak akan ada lagi harapan untuk membangun hubungan yang harmonis dan langgeng.

Komunikasi yang selalu terjaga, kepercayaan, kejujuran dan saling terbuka pun menjadi modal yang cukup untuk membina hubungan yang harmonis. Maka jangan kaget apabila komunikasi kita dengan pasangan tidak berjalan dengan mulus atau selalu terjaga bisa jadi hubungan kita akan terancam bubar atau hancur. Tentu saja itu akan menyakitkan hati kita dan setiap pasangan di dunia ini pun tidak pernah menginginkan hal berikut.


Tulisan Pertemuan 2 (Stress)



1.      Ceritakan pengalaman stress yang paling berkesan, juga cara yang digunakan untuk mengatasinya (min 2 paragraf)

Pengalaman stres  yang menurut saya paling berkesan yaitu disaat saya tidak diterima atau tidak masuk di perguruan tingg negri yang saya sangat ingin kan karna disaat itu saya sudah berfikir untuk membuat kedua orang tua saya bangga dengan saya bisa diterima di perguruan tinggi negri yang saya inginkan tapi hasil nya tidak sesuai dengan yang saya harap kan saya tidak di terima.

Dan perasaan yang saya rasakan pada saat itu adalah sedih, tapi disisi lain saya berfikir saya tidak boleh menyerah begitu saja karna masih banyak cara yang dapat saya lakukan untuk membahagiakan kedua orang tua saya.

Cara untuk mengatasinya        : cara jitu saya untuk menghilangkan stress saya adalah tidur, menangis, makan, dan bersenang-senang. Karena setalah saya bangun tidur saya dapat melupakan apa yang saya rasakan sebelumnya. Dengan menangis saya dapat melepaskan semua beban saya. Dan dengan cara bersenang-senang dan makan merupakan salah satu untuk menghibur diri saya dan mengembalikan mood / semangat dalam diri saya.

2.      Cari kasus tentang stress di lingkup mana saja, kutip kasusnya lalu beri pendapat

Kakak Ipar Kalah Nyaleg, Adik Ipar Depresi & Masuk RSJ Palembang

Liputan6.com, Palembang - Akibat kakak ipar kalah dalam pencalonan legislatif, sang adik ipar yang juga menjadi Tim Sukses (Timses) sang kakak depresi. Ia pun akhirnya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Z (38), warga Kabupaten Empat Lawang Sumsel mengalami depresi berat dan mengalami gangguan jiwa, setelah kakaknya dari salah satu partai di Empat Lawang gagal menjadi anggota legislatif.

Bukan hanya kegagalan sang kakak yang membuatnya stres. Namun keluarga Z yang diketahui berasal dari kalangan warga kurang mampu ini, telah habis-habisan mengeluarkan uang untuk biaya pencalonan kakaknya tersebut.

dr.Yumidians, Direktur Rumah Sakit Ernaldi Bahar Sumsel membenarkan adanya timses caleg yang kini sedang menjalani perawatan akibat gangguan jiwa.

"Tadi pagi pasien datang sekitar pukul 07.00 WIB, diantar pihak keluarganya. Waktu datang, pasien berteriak-teriak," ungkapnya kepada Liputan6.com, Selasa (15/4/2014).

Karena terus berteriak dan meronta-ronta, perawat yang menangani terpaksa memberikan injeksi penenang kepada Z.

Menurut penjelasan keluarga pasien, sejak Pileg dilaksanakan dan kakak iparnya mendapat suara yang rendah, Z berteriak-teriak dan tidak tidur sama sekali.

"Setelah ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD), pasien langsung dirawat di ruang gaduh gelisah, karena yang bersangkutan tetap berteriak dan cukup mengganggu pasien lain," tukas Yumidians.

Namun, sesuai kode etik, pasien tidak bisa diambil difoto, karena merupakan privasi dan hak pasien dan keluarga untuk dilindungi.

Karena pasien berasal dari masyarakat menengah ke bawah, pasien mendapatkan pelayanan gratis. Dengan program Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes), sesuai program pemerintah.


Pendapat :  pendapat saya untuk semua orang yang ingin menjadi anggota calon legeslatif ( caleg ) harap memikirkan keadaan di sekitar terlebih dahulu jika keadaan tidak memungkinkan jangan sekali skali mencoba untuk menjadi calon legislative ( caleg ) karna jika kita mencalonkan dan gagal itu dapat sangat merugikan orang orang disekitar terutama diri sendiri, kita bisa lihat dari kejadian di atas karna memaksakan  ambisi, hasrat, pengharapan berlebih ingin menjadi anggota calon legislaif (caleg ) dan dia gagal atau tidak terpilih orang disekitar pun seperti adik ipar dia menjadi depresi dan akhirnya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) itulah salah satu contoh dari kebodohan yang seharus nya tidak lakukan , jadi untuk semua orang yang ingin menjadi anggota calon legislative (caleg ) untuk terlebih dahulu menyiapkan mental yag kuat ,berfikir dengan matang,  melihat kondisi keuangan yang ada dan memikirkan orang yang ada disekitarnya .

Jumat, 28 Maret 2014

Tulisan Kesehatan Mental 1



1.     Jabarkan tentang konsep diri secara real !
Saya adalah seorang wanita yang ceria, anak kedua dari 2 bersaudara, saya mempunyai saudara laki-laki. Saya termasuk orang yang tertutup, tidak mudah bagi saya untuk menceritakan kepada orang lain segala kegundahan yang sedang saya rasakan. Saya itu termasuk orang yang moody, gampang berubah mood, mudah bersosialisai terhadap orang yang baru saya kenal,bawel, bertanggung jawab terhadap kerjaan yang sedang saya lakukan, saya termasuk orang yang ontime.
Namun sulit bagi saya untuk mengutarakan pendapat kepada orang yang lebih tua dari pada saya. Saya adalah pendengar yang baik, sedikit keras kepala. Saya sangat menyukai anak kecil. Lebih mudah bagi saya untuk memahami pelajaran yang hitung-hitungan dari pada menghafal.

2.     Cari contoh kasus ketidaksehatan mental dari berbagai berita nasional!
Tertawa Saat Diperiksa Polisi, Assyifa dan Hafitd Psikopat?

Tribunnews.com, Jakarta — Tersangka pembunuh Ade Sara Angelina (18) yakni pasangan kekasih Assyifa Ramadhani (18) dan Ahmad Imam Al Hafitd (19) sempat tertawa dan tersenyum saat diperiksa penyidik kepolisian di Polres Bekasi.

Apa makna dan arti tawa mereka ini? Sebagian orang lebih memilih menilai mereka sebagai psikopat atau penderita ganggguan jiwa atau gangguan kepribadian yang identik dengan perilaku kejam tanpa penyesalan atau tanpa rasa takut.

Menanggapi hal ini Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, menuturkan bisa saja tawa dan senyum keduanya itu menandakan mereka memang psikopat. Namun, katanya, psikopat adalah sifat dalam keadaan menetap.

"Untuk memastikannya, harus diamati dalam jangka waktu lama," kata pengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian ini, Minggu (9/3/2014).

Menurut Reza, karena senyum dan tawa mereka diamati hanya dalam waktu pendek, ia menganggap hal itu menandakan state atau keadaan incidental atau temporer atau sementara. Hal ini, kata Reza, adalah pertanda keduanya mengalami disorientasi atau kebingungan. "Karena kondisi psikologis mereka yang belum stabil," katanya.

Menurut Reza, dengan itu disorientasi pada mereka timbul, karena ada perasaan takut, berduka, pasrah dan tidak merasa apa-apa, yang datang silih berganti. "Semua perasaan dirasakan silih berganti. Akhirnya ada disorientasi atau kebingungan pada mereka," ujar Reza.

Semestinya, menurut Reza, karena stres mereka masih tinggi, pemeriksaan harus ditunda. "Dan polisi sebaiknya jangan terburu-buru, melakukan pernyataan pers bahwa pelaku sudah mengakui perbuatan mereka," kata Reza. Hal ini, kata Reza, juga untuk menghindari kemungkinan adanya false confession atau pengakuan keliru yang diutarakan keduanya.


Pendapat saya           : Sebenarnya pembunuhan ini adalah fenomena kekerasan dikalangan anak muda, pembunuhan atas dasar cemburu dan rasa sakit hatiyang menunjukan generasi muda kita mengalami suatu sikap hidup yang brutal (tidak berprikemanusiaan)karena kita bisa lihat sendiri tingkah laku dari kedua pasangan yang seakan tidak merasa bersalah (tersenyum) disaat pemeriksaan berlangsung, hal ini menunjukan suatu sikap moral yang sangat rendah. Dan hal ini mungkin terjadi karena factor kurangnya bimbingan sikap atau mental dari orang tua masing-masing. Mungkin ini dapat menjadi catatan pengajaran moral untuk diri kita masing-masing, keluarga, sekolah, dan pemerintah khususnya harus bijaksana melihat kejadian ini, karena bila tidak ada tindakan yang serius mungkin kejadian ini bias akan terulang kembali.