Jumat, 28 Maret 2014

Tulisan Kesehatan Mental 1



1.     Jabarkan tentang konsep diri secara real !
Saya adalah seorang wanita yang ceria, anak kedua dari 2 bersaudara, saya mempunyai saudara laki-laki. Saya termasuk orang yang tertutup, tidak mudah bagi saya untuk menceritakan kepada orang lain segala kegundahan yang sedang saya rasakan. Saya itu termasuk orang yang moody, gampang berubah mood, mudah bersosialisai terhadap orang yang baru saya kenal,bawel, bertanggung jawab terhadap kerjaan yang sedang saya lakukan, saya termasuk orang yang ontime.
Namun sulit bagi saya untuk mengutarakan pendapat kepada orang yang lebih tua dari pada saya. Saya adalah pendengar yang baik, sedikit keras kepala. Saya sangat menyukai anak kecil. Lebih mudah bagi saya untuk memahami pelajaran yang hitung-hitungan dari pada menghafal.

2.     Cari contoh kasus ketidaksehatan mental dari berbagai berita nasional!
Tertawa Saat Diperiksa Polisi, Assyifa dan Hafitd Psikopat?

Tribunnews.com, Jakarta — Tersangka pembunuh Ade Sara Angelina (18) yakni pasangan kekasih Assyifa Ramadhani (18) dan Ahmad Imam Al Hafitd (19) sempat tertawa dan tersenyum saat diperiksa penyidik kepolisian di Polres Bekasi.

Apa makna dan arti tawa mereka ini? Sebagian orang lebih memilih menilai mereka sebagai psikopat atau penderita ganggguan jiwa atau gangguan kepribadian yang identik dengan perilaku kejam tanpa penyesalan atau tanpa rasa takut.

Menanggapi hal ini Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, menuturkan bisa saja tawa dan senyum keduanya itu menandakan mereka memang psikopat. Namun, katanya, psikopat adalah sifat dalam keadaan menetap.

"Untuk memastikannya, harus diamati dalam jangka waktu lama," kata pengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian ini, Minggu (9/3/2014).

Menurut Reza, karena senyum dan tawa mereka diamati hanya dalam waktu pendek, ia menganggap hal itu menandakan state atau keadaan incidental atau temporer atau sementara. Hal ini, kata Reza, adalah pertanda keduanya mengalami disorientasi atau kebingungan. "Karena kondisi psikologis mereka yang belum stabil," katanya.

Menurut Reza, dengan itu disorientasi pada mereka timbul, karena ada perasaan takut, berduka, pasrah dan tidak merasa apa-apa, yang datang silih berganti. "Semua perasaan dirasakan silih berganti. Akhirnya ada disorientasi atau kebingungan pada mereka," ujar Reza.

Semestinya, menurut Reza, karena stres mereka masih tinggi, pemeriksaan harus ditunda. "Dan polisi sebaiknya jangan terburu-buru, melakukan pernyataan pers bahwa pelaku sudah mengakui perbuatan mereka," kata Reza. Hal ini, kata Reza, juga untuk menghindari kemungkinan adanya false confession atau pengakuan keliru yang diutarakan keduanya.


Pendapat saya           : Sebenarnya pembunuhan ini adalah fenomena kekerasan dikalangan anak muda, pembunuhan atas dasar cemburu dan rasa sakit hatiyang menunjukan generasi muda kita mengalami suatu sikap hidup yang brutal (tidak berprikemanusiaan)karena kita bisa lihat sendiri tingkah laku dari kedua pasangan yang seakan tidak merasa bersalah (tersenyum) disaat pemeriksaan berlangsung, hal ini menunjukan suatu sikap moral yang sangat rendah. Dan hal ini mungkin terjadi karena factor kurangnya bimbingan sikap atau mental dari orang tua masing-masing. Mungkin ini dapat menjadi catatan pengajaran moral untuk diri kita masing-masing, keluarga, sekolah, dan pemerintah khususnya harus bijaksana melihat kejadian ini, karena bila tidak ada tindakan yang serius mungkin kejadian ini bias akan terulang kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar